Langsung ke konten utama

Nostalgia Hari Ini: Indonesia Bikin Lev Yashin dkk Mati Kutu di Olimpiade

Football5star.com, Indonesia – Tim sepak bola Indonesia sudah sangat lama absen di ajang Olimpiade. Ya, jangankan mentas di ajang olahraga terbesar sejagad, main di tingkat Asian Games saja Tim Garuda masih kesulitan.

Akan tetapi, jangan ragukan kehebatan timnas Indonesia pada masa lampau. Di tingkat dunia, negara kita cukup diperhitungkan. Tak terkecuali di ajang Olimpiade.

Salah satunya saat Tim Garuda tampil di Olimpiade 1956 yang kala itu berlangsung di Melbourne, Australia. Di sana, perjalanan Ramang dkk cukup mulus.

indonesia-ramang-imsport
imsport

Mereka lolos otomatis ke Melbourne setelah Taiwan, lawan yang harusnya dihadapi di babak kualifikasi mengundurkan diri karena terlambat menyerahkan daftar pemain. Keberuntungan pun berlanjut di fase grup.

Berada satu grup dengan Amerika Serikat dan dua negara Eropa Timur, Bulgaria serta Yugoslavia, Tim Garuda mendapat bye. Hal ini membuat mereka lolos otomatis ke perempat final.

Dan di sinilah ujian sebenarnya untuk anak asuh Toni Pogacnik. Mereka sudah ditunggu lawan tangguh, yakni Uni Soviet.

Pada masa itu Uni Soviet merupakan raksasa sepak bola. Maklum saja negara yang sekarang bernama Rusia diperkuat oleh Anatoli Ilyin, Vladimir Shabrov, serta legenda terbesarnya, Lev Yashin.

Dan tepat pada hari ini 64 tahun silam, Indonesia menghadapi Uni Soviet di perempat final Olimpiade. Tampil di Olympic Park, Melbourne, pasukan Toni Pogacnik tampil memukau. Tidak jarang pula mereka menyerang lawan dan membuat Lev Yashin harus jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya.

Ramang Nyaris Permalukan Lev Yashin

Salah satu momen yang paling diingat saat aksi Ramang pada menit ke-84 nyaris memperdayai Lev Yashin. Sang bomber melepaskan tendangan keras ke arah gawang.

Tapi Lev Yashin dengan susah payah menepis bola untuk menghindarkan negaranya dari kekalahan. Aksi Ramang ini bahkan dicatat FIFA sebagai momen terbaik dalam Olimpiade 1956.

viva

“Bek-bek Uni Soviet yang bertubuh besar dibuat terbangun oleh Ramang, si penyerang bertubuh kecil. Dia melewati dua pemain dan memaksa Yashin melakukan penyelamatan. Pemain 32 tahun hampir saja membuat Indonesia unggul dan itu akan menjadi puncak kejutan,” tulis FIFA di laman resminya.

“Meski tim asuhan Gavril Kachalin memegang kendali permainan, mereka dibuat frustrasi oleh kegagalan mereka membobol gawang tim underdog dan dibuat kewalahan oleh skill Ramang saat melakukan serangan balik,” sambung FIFA.

Sayangnya, kendati mampu menahan imbang 0-0 pada 29 November 1956, Indonesia tidak berdaya pada laga ulangan yang berlangsung dua hari setelahnya. Timnas kalah telak 0-4.

The post Nostalgia Hari Ini: Indonesia Bikin Lev Yashin dkk Mati Kutu di Olimpiade appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen - Football5star.com.



Postingan populer dari blog ini

Travis Barker Survived A Plane Crash In 2008 That Killed Four People. Here’s Everything That He Has Said About The Tragedy.

Terungkap! Eks Pemain Botafogo Ini Bakal Jadi Penggawa Asing Arema

21 Celebrities Who I Had No Idea Changed Their Last Names Before They Were Famous

"Extra" Is Standing By Billy Bush After Leaked Audio Revealed Him Making a Sexual Comment About Kendall Jenner

Wanda Sykes Said Chris Rock Apologized To Her After The Oscars, And She Said What Will Smith Did "Was Sickening"

Here's What The Youngest Siblings From These 28 Late '90s And Early 2000s TV Shows Look Like Today

Alexis Sanchez: Inter Milan di Jalur yang Benar